Mengajar Anak Inklusi harus Multimetode

20 May 2012
Banyak permasalahan pendidikan khusus yang membuat banyak pulametode pembelajaran yang dibutuhkan untuk memenuhi karakteristik dan kebutuhantiap anak. Prodi S-2 Pendidikan Luar Biasa Unesa menggelar Seminar Nasional “Transformasi Mengajar Stagnan ke Model E-Learning dan Ramah Anak” (19/05) di Gedung K.G Lantai 2 Pascasarjana Kampus Ketintang, Unesa. Seminar menghadirkan tiga pembicara, Prof. Sunardi, Ph. D (Guru BesarUniversitas Sebelas Maret-Surakarta) yang menjelaskan inovasi pembelajaranABK di Sekolah Inklusif, Prof. Dr. Djaja Rahardja, M.Ed (GuruBesar UPI Bandung) yang menjelaskan model pembelajaran E-Learning dan relevansinyadengan kebutuhan belajar ABK, serta Dr. Budiyanto (UNESA) menjelaskanmengenai guru professional untuk menjawab tantangan masadepan. Hadir 200 peserta dari berbagai lini praktisi pendidikan.
Menurut Sunardi, inovasipendidikan telah terjadi setiap hari, sehingga yang paling penting untuk adalah melakukan inovasi pembelajaran itu sendiri dalamsekolah inklusi. Sekolah inklusi yang menggabungkan antara bermacam-mcacampotensi individu pada satu kelas pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan Education for all. Selama ini diIndonesia, model sekolah yang banyak dijumpai adalah sekolah segregasi atauhomogen, yakni pada satu kelas hanya menerapkan kurikulum yang sama dan tidaksemua kurikulum sesuai dengan potensi anak.Djaja Rahardja mengutarakan bahwa penggunaan teknologi dalam proses belajar seseorangsangatlah bermanfaat. Apabila belajar biasanya dilakukan di kelas dengan pesertaterbatas dan tempat terbatas, dengan menggunakan e-learning pembelajaran dapatdilakukan di mana saja dan kapan saja. E-learning sendiri berarti pembelajaranyang dilakukan dengan menggunakan koneksi internet. Namun di balik kemudahantersebut tentunya e-learning memiliki kekurangan, yakni tidak semua ABK dapatmenerapkannya. Selain itu, kemudahan mendapat informasi tersebut tentunyamemungkinkan untuk mendapat informasi yang negatif pula.   Di sisi lain, Budiyanto menjelaskan guru professional adalah guru yang memiliki tiga halyakni, pedagogik, kepribadian, dan sosialnya dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Implikasi kompetensi guru professionaldi masa datang yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut adalah life longlearning, e-learning, kompetensi pengelolaan informasi, dan kompetensipembelajaran emosi. (Ema/Syt-humas Unesa)

Sumber:www.unesa.ac.id


Tags

Pengertian Multicara |Pengertian Anak Inklusi |Alasan Pemilihan Judul Pengembangan Bahan Ajar Inklusi |Judul Penelitian Sarjana Pgsd Inklusi |