Diperiksa, Enam Dosen Pengajar Kuliah Ilegal

15 Jun 2012
Perkuliahan ilegal yang digelar Sucipto (48), tersangka pemalsu ijazah sarjana di gedung sekolah SMA Cokro Malang melibatkan beberapa dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Melalui dosen-dosen itu, polisi akan mengungkap lebih jelas modus kasus yang mencoreng dunia pendidikan itu.

Menurut Kasubdit Ekonomi, Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Juseph Gunawan, dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada enam dosen pengajar di beberapa PTS di Malang yang difungsikan sebagai tenaga pengajar dalam perkuliahan ilegal yang digelar Sucipto.

''Para dosen ini tahu atau tidak bahwa perkuliahan itu ilegal,'' katanya, Jumat (15/6/2012).

Pelibatan dosen itu, kata Juseph, diduga untuk meyakinkan pembeli bahwa ijazah yang dibelinya adalah resmi dan melalui proses perkuliahan meskipun itu singkat. ''Pemalsu ijazah memberikan pilihan harga dengan proses kuliah, atau ijazah langsung jadi. Masing-masing pilihan harganya lain,'' tambahnya.

Selain mengumpulkan data dari para dosen, polisi juga mengumpulkan data dari masyarakat, mengingat sudah ada sekitar 1.661 ijazah yang sudah menyebar di masyarakat sejak 2006 lalu. Untuk mengumpulkan informasi dari masyarakat, Polda Jatim membuka posko pengaduan dengan datang langsung ke kantor Ditreskrimsus Polda Jatim atau melalui nomor hotline 031 71878481.

Sucipto ditangkap akhir Mei lalu di Jalan Hasanudin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Warga Jalan Hasanudin Malang yang juga pecatan dosen Universitas Dr Soetomo Surabaya itu ditangkap bersama barang bukti berupa form ijazah palsu dari berbagai program sarjana Universitas Merdeka Malang, Universitas Dr Soetomo Surabaya, dan Universitas Darul Ulum Jombang, stempel masing-masing PTS dan fakultasnya. Ditemukan pula peralatan cetak seperti tinta, komputer dan printer, dan beberapa skripsi mahasiswa.

Sumber:edukasi.kompas.com