Kantin Sehat Menjadi Media Informasi Pendidikan

18 Feb 2013

Sumber Foto : edukasi.kompas.com
Keberadaan kantin sehat sekolah selain sebagai sarana penyediaan jajanan sehat dan aman juga menjadi media penyebaran informasi pendidikan membentuk anak sehat dan beprestasi.

"Kantin sekolah berperan sebagai media pendidikan mewujudkan pesan-pesan kesehatan," kata Dr Amiruddin Saleh, Dosen Departemen Sains KPM Fakultas Ekologi Manusia, IPB, dalam acara seminar Kantin Sehat, di Kampus Dramaga, Bogor, Minggu (17/2/2013).

Amiruddin menjelaskan, melalui kantin sehat sekolah, anak-anak belajar mengenai makanan sehat, aman dan bergizi. Anak-anak mengenal jajanan sehat terbuat dari bahan apa saja, bagaimana rupa dan ciri makanan sehat. "Di kantin anak-anak juga belajar bersosialisasi, dan tentunya matematika, belajar berhitung uang belanja," katanya.

Amiruddin mengatakan, melalui kantin, pesan kesehatan tersalurkan kepada anak didik dan masyarakat luas. Peran komunikasi dalam peningkatan gizi juga sangat penting. Perencanaan pesan peningkatkan gizi diperlukan guna menentukan keberhasilan penyampaian pesan.

Ia mencontohkan, menyampaikan himbauan kepada pedagang disekolah agar tidak berjualan makanan yang mengandung pewarna buatan, dan pengawet. "Diperlukan komunikasi yang intens dan baik, agar pedagang dapat memahami maksud dan tujuan kita untuk menyediakan makanan sehat dan aman," katanya.

Selain itu juga, lanjutnya, dengan komunikasi yang baik, keberadaan kantin sehat sekolah tidak mematikan usaha pedagang lain yang juga berjualan di sekolah. "Inti dari kehadiran kantin sehat adalah mengajak masyarakat untuk mau menyediakan makanan sehat dan aman," katanya.

Sementara itu, Dosen Departeman Gizi FEMA IPB, Prof Siti Madanijah menyebutkan, sekolah memiliki kewajiban untuk menyediakan kantin sehat di sekolah.

"Kewajiban ini diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang SNP, pasal 42 ayat 2 bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki saran dan prasarana diantaranya ruang kantin," katanya.

Sedangkan Pakar Gizi IPB, Prof Hardinsyah Ms, mengatakan, jajanan sehat dapat mendorong terciptanya generasi muda yang handal dan berkualitas. "Jajanan sehat mengajarkan disiplin kepada anak, dan otak menjadi encer sehingga daya serap anak saat belajar juga tinggi," katanya.

Sumber:edukasi.kompas.com