SMK Perkebunan Dikembangkan

18 Jul 2012
Potensi perkebunan yang berkembang di daerah, membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan terdidik mengelola perkebunan.

Untuk itu, sejumlah daerah mengembangkan program keahlian di Sekolah Menengah Kejuran (SMK), sesuai dengan potensi yang ada di daerah.

Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pemerintah daerah memperbanyak SMK pertanian dengan program keahlian perkebunan. Pembukaan SMK baru difokuskan untuk menyediakan lulusan, yang dapat bekerja di perkebunan kelapa sawit maupun karet yang masih membuuthkan tenaga kerja profesional.

Ino, Kepala SMKN 2 Sampit, Rabu (18/7/2012), mengatakan, peminat di program keahlian masih minim, kalah dibandingkan dengan otomotif maupun teknik komunikasi dan informatika. Padahal, permintaan lulusan SMK perkebunan meningkat seiring bertambahnya perusahaan kelapa sawit dan karet, baik milik perusahaan maupun perorangan.

"Masih perlu penguatan kurikulum program perkebunan yang sesuai industri supaya lulusan bermutu. Selain itu, mental siswa pun perlu dibina agar sanggup hidup di daerah perkebunan," ujar Ino, yang juga Ketua Musyarah Kerja Kepala SMKN Kotawaringin Timur.

Menurut Ino, sekolah ini mulai melakukan perbaikan pembelajaran di program keahlian perkebunan. Sekolah menyiapkan siswa untuk mulai mengembangkan kemampuan wirausaha, seperti penyediaan bibit kelapa sawit hingga mengelola perkebunan.

Ester Rahmadiasari, Kepala SMKN 1 Telawang, mengatakan pula, pemerintah daerah membuka SMK pertanian di daerah ini tahun 2009. Meskipun sarana prasarana dan tenaga pendidik terbatas, minat lulusan SMP memilih SMK cukup tinggi.

Di Kotawaringin Timur ada 13 SMK pertanian, yang fokus pada perkebunan. Pada pekan ini, guru dan pimpinan SMK Pertanian mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan program keahlian perkebunan, yang sesuai standar industri dan berbasis kewirausahaan.

Sumber:edukasi.kompas.com


Tags

Curriculum Pelajaran Perkebunan |