SMP Terbuka Kinabalu Ikuti LOMOJARI Tingkat Nasional

10 Sep 2012
JAKARTA -- Proses go international SMP terbuka mulai mendapatkan hasil. Tahun ini, siswa SMP Terbuka dari Kinabalu Malaysia ikut serta dalam Lomba Motivasi Mandiri (LOMOJARI) 2012, Bidang Akademik yang di selenggarakan 10 - 14 September 2012 di Gedung Mendikbud, Senin (10/9).

Selain Kinabalu, LOMOJARI 2012 juga diikuti siswa terbaik SMP Terbuka dari 32 provinsi yang ada di Indonesia. "SMP Terbuka Kinibalu Sabah, Malaysia yang turut meramaikan kompetensi tahun ini," ujar Direktur Pembinaan SMP Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Didik Suhardik dalam pidato pembukaannya di Kemdikbud, Jakarta, Senin petang  (10/9).

Didik mengatakan SMP Terbuka juga akan dibuka di Philipna, selain Malaysia. Sebab katanya, SMP Terbuka semakin diminati. Banyak sekali lulusan SMP Terbuka yang akhirnya bisa kuliah di luar negeri. "Ini membuktikan kalau SMP Terbuka kualitasnya sama dengan SMP reguler," kata Didik.

Lomba LOMOJARI Bidang Akademik merupakan ajang unjuk kemampuan akademis peserta didik SMPT. "Para peserta didik yang mengikuti ajang ini diharapkan dapat belajar lebih giat lagi secara mandiri, sehingga mampu menunjang usaha peningkatan mutu pendidikan," kata Didik.

Kompetensi ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat penguasaan materi pelajaran dan perbandingan penguasaan materi pelajaran antar SMP Terbuka.

Cakupan mata pelajaran yang akan dilombakan adalah Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi), Seni Budaya/Keterampilan, Pendidikan Jasmani. "Juga ilmu pengetahuan tentang peristiwa aktual nasional berasal dari pemberitaan media cetak dan televisi, Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes)," katanya.

LOMOJARI SMP Terbuka merupakan alternatif layanan pendidikan dasar bagi kelompok anak usia 13 - 15 tahun yang memiliki kendala sosial, kendala ekonomi, hambatan transportasi, letak geografis yang sulit, lokasi yang sangat terpencil dan kendala waktu karena harus membantu orang tua bekerja atau mencari nafkah untuk mencukupi keperluan hidupnya sendiri, yang menyebabkan mereka tidak mungkin untuk mengikuti pendidikan pada SMP/MTs Reguler.

Prinsip kemandirian peserta didik merupakan ciri khas cara belajar masing-masing peserta didikn baik secara perseorangan maupun secara kelompok dengan memanfaatkan berbagai media (modul, CD pembelajaran).

"Jumlah SMP Terbuka saat ini di seluruh provinsi berjumlah 2.111 SMPT, dengan jumlah Tempat Kegiatan Belajar (TKB) sebanyak 7.413 untuk melayani 67.711 peserta didik kelas VII, 78.271 peserta didik kelas VIII, dan 102.450 peserta didik kelas IX yang dilayani oleh Guru Bina 26.248 orang dan Guru Pamong 15.221 orang," ujar Didik. (abu/jpnn)

Sumber:www.jpnn.com