Tawuran Perayaan Kelulusan

18 May 2011
TASIK - Siswa dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Tasikmalaya terlibat tawuran saat hari pengumuman kelulusan ujian nasional (UN). Akibat peristiwa itu satu siswa terluka di bagian kening dan rumah warga rusak. Siswa yang mengalami luka berasal dari SMK MJPS 1 Tasikmalaya, yang bernama Ade Aming. Dia kelas XII dari jurusan Teknik Otomotif. Aming mengalami luka di bagian kepala, karena dipukul menggunakan batu.Dalam penuturannya kepada wartawan, Aming mengaku tawuran terjadi di depan sekolahnya sekitar pukul 13.30. Saat itu, tiba-tiba penyerang yang diduga dari SMKN 2 Tasikmalaya datang menggunakan sepeda motor dan menghampiri dia yang sedang ngobrol bersama dua orang temannya. Kemudian kawanan penyerang memukulinya menggunakan batu sehingga mengalami sobek di bagian kening, sementara dua teman Aming bisa melarikan diri. "Gak ngomong apa-apa langsung mukul. Dua orang teman saya langsung lari ke dalam (sekolah) ngasi tahu guru," ujarnya. Aming mengaku tidak mengetahui jumlah penyerang yang memukulinya karena banyak. Siswa penyerang juga tak hanya memukuli Aming, mereka juga diduga merusak rumah warga. Rumah milik Bariyah (32) yang masih di sekitar lokasi tawuran --di Kampung Semeasari Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya-- bagian kacanya pecah. Dalam penjelasan Aming, siswa penyerang meninggalkan lokasi penyerangan setelah melihat guru dan warga datang. Sementara itu pemilik rumah yang rusak, Bariyah saat terjadi tawuran dia sedang melaksanakan shalat dzuhur. Tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh motor dan kaca pecah. "Saya tidak nyangka kaca rumah saya pecah. Habis sholat langsung ngambil anak saya di luar, pas liat dari luar ternyata kaca sudah bolong, "terangnya. Guru jurusan Otomotif SMK MJPS Ade Herisyana berdasarkan pengamatannya, pelaku penyerangan berjumlah sekitar dua puluh orang menggunakan sepuluh sepeda motor. Kelompok siswa tersebut datang ke lokasi sebanyak dua kali. Pertama sekitar pukul 10.00 dan yang kedua 13.30. Saat kedatangan yang pertama, kata dia tidak ada perusakan atau pemukulan. Kawanan penyerang hanya melintas. Saat kedatangan yang kedua, terjadi tindak kekerasan. "œSekolah sedang sepi karena pembagian hasil kelulusan jam empat sore, "tuturnya. (pee/asp)

Sumber:www.jpnn.com