Tinggi, Harapan Masyarakat Pada Layanan Pendidikan

26 Feb 2012

Sumber Foto : edukasi.kompas.com
Kesadaran masyarakat terhadap pendidikan mulai meninggi. Ditambah lagi anggaran pendidikan nasional yang terus meningkat, menyebabkan harapan masyarakat terhadap layanan pendidikan menjadi tinggi.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beserta pemangku kepentingan di daerah mesti menunjukkan kinerja dan integritas dalam layanan pendidikan.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2012 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, di Sawangan, Depok (27/2/2012). Tema rembuk nasional tahun ini adalah "Meningkatkan Kinerja dan Integritas Layanan Pendidikan dan Kebudayaan".

Mendikbud menyampaikan, tema itu didasari atas kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kebudayaan. Masyarakat juga tahu kenaikan anggaran pendidikan.

"Ekspektasi masyarakat terhadap pendidikan dan kebudayaan juga naik," kata Nuh.

Dalam rembuk kali ini dibahas strategi menyatunya fungsi pendidikan dan kebudayaan, termasuk fungsi ketenagaan. Juga kebijakan mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang telah dilakukan perbaikan mekanisme penyaluran dan menaikan unit cost BOS dari 70 persen menjadi 100 persen.

"Kita harapkan beban masyarakat berkurang atau bebas untuk pendidikan dasar. Tidak kalah penting yaitu mempercepat realisasi program-program tahun 2012, "ujar Nuh.

Mendikbud menyampaikan, kebijakan lainnya yang akan dibahas pada rembuk nasional kali ini adalah persiapan pokok-pokok pemikiran yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013.

"Tiga itu yang dibahas lebih rinci lagi dalam delapan komisi, termasuk membahas isu aktual seperti Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), sentralisasi dan desentralisasi pendidikan , Ujian Nasional , rehabilitasi sekolah , dan Wajib Belajar 12 tahun," jelas mantan Rektor ITS ini.

Hal lain yang akan dibahas adalah memberikan akses sebesar-besarnya kepada anak bangsa untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mendikbud menyebutkan, pada tahun 2011 siswa sekolah dasar (SD) yang drop out mencapai 400 ribu atau 1,3 persen, sedangkan yang tidak melanjutkan 7,2 persen.

"Ini yang sekarang diselesaikan. Hampir 70 persen mereka yang drop out karena pertimbangan ekonomi. Di situ digelontorkan bantuan siswa miskin (BSM) sebanyak Rp 3,9 triliun supaya 2012 semakin kecil yang drop out dan tidak melanjutkan," katanya.

Sumber:edukasi.kompas.com


Tags

Harapan Terhadap Mahasiswa Pendidikan |