Contoh Tujuan Umum Dan Khusus

Bagaimana Merumuskan Tujuan Khusus Pembelajaran yang Lengkap dan Cermat

tujuan khusus pengajaran. Sebagaian besar berpijak pada karya klasik Mager (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam suatu rumusan tujuan: perilaku, kondisi, dan derajat (­kriteria) keberhasilan. Instructional De­velopment Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasi da­lam rumusan tujuan, yaitu: sasaran (audi­ence). Komponen-komponen ini lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD, un­tuk komponen audience, behavior, conditions­, dan d ... umum diketahui oleh mahasiswa sehingga berlebihan bila disebutkan. Dapat diasumsikan bahwa mahasiswa telah terbiasa dengan lingkungan kelas yang normal --mereka tahu kertas dan pensil, tahu pula bagaimana menggunakan­nya, dan saat itu mereka membawa kertas dan pensil ke kelas. Kondisi ini juga tidak akan memberi pengaruh pada kemampuan mahasiswa untuk menampilkan perilaku yang dituntut dalam tujuan: menulis langkah-langkah dalam melakukan penelitian eksperimental. Kemam­puan menulis ini ... khusus pengajaran. Sebagaian besar berpijak pada karya klasik Mager (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam suatu rumusan tujuan: perilaku, kondisi, dan derajat (­kriteria) keberhasilan. Instructional De­velopment Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasi da­lam rumusan tujuan, yaitu: sasaran (audi­ence). Komponen-komponen ini lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD, un­tuk komponen audience, behavior, conditions­, dan degree ...
PENDAHULUAN :Ada banyak sekali preskripsi untuk merumuskan tujuan khusus pengajaran. Sebagaian besar berpijak pada karya klasik Mager (1975) yang memasukkan 3 komponen utama dalam suatu rumusan tujuan: perilaku, kondisi, dan derajat (­kriteria) keberhasilan. Instructional De­velopment Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasi da­lam rumusan tujuan, yaitu: sasaran (audi­ence). Komponen-komponen ini lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD, un­tuk komponen audience, behavior, conditions­, dan degree (criterion). Romiszowski (­1981) menambahkan lagi satu komponen penting, yaitu: spesifikasi tes atau instrumen untuk mengukur perilaku.Gagne dan Briggs (1979), juga dalam Gagne, Briggs, Wager (1988), membuat modifikasi lain dengan memasukkan kapabilitas belajar tertentu dalam suatu rumusan tujuan khusus. Apakah itu informasi verbal, ketrampilan intelek­tual, strategi kognitif, sikap, atau ketrampilan motorik. Ini dimaksudkan untuk memudahkan spesifikasi kondisi-kondisi belajar yang diperlukan.Pada bagian ini hanya 2 komponen yang akan dielaborasi secara rinci, yaitu: kondisi dan derajat keberhasilan. Dua komponen lainnya, sasaran dan perilaku, telah banyak dibicarakan dalam literatur rancangan pengajaran. Pembaca yang tertarik bisa mengkaji lebih lanjut dalam Mager (1975), Romiszowski (1981), Davies, dkk. (1974), Gagne dan Briggs (1979), serta Gagne, Briggs, dan Wager (1988).KONDISIBagian ini akan menjawab hal-hal berikut:Apa itu kondisi?Kapan kondisi diperlukan?Kapan kondisi tidak diperlukan?Kapan kondisi dinyatakan secara cermat?Kapan kondisi dinyatakan secara lengkap?DefinisiKomponen kondisi dalam ...

Read More