01 July 2026


Unesa.ac.id. SURABAYA—Pimpinan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyambut kunjungan delegasi Loekito Education Group dalam rangka memperkuat kolaborasi internasional di Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan implementasi kerja sama strategis guna memperluas jangkauan internasionalisasi kampus melalui pengembangan sumber daya manusia dan program mobilitas mahasiswa dan dosen.
Fokus utama diskusi mencakup tiga agenda penting, yaitu pengembangan international mobility program, english preparation program, serta pengembangan articulation program.
Kasubdit Partnership and Promotion Unesa, Prof. Slamet Setiawan, M.A., Ph.D., menuturkan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari komitmen Unesa untuk bertransformasi menjadi world class university.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kemitraan strategis dengan institusi internasional memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi dalam meningkatkan daya saing global.
“Pertemuan hari ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi yang telah terbangun sekaligus mengeksplorasi peluang kerja sama yang lebih luas guna meningkatkan reputasi Unesa di tingkat dunia,” tutur guru besar linguistik tersebut.
Manager of Loekito Education Group, Natalia Soehono menjelaskan bahwa lembaga mereka memiliki spesialisasi lebih dari 30 tahun dalam memfasilitasi studi ke Australia.
Ia memaparkan berbagai skema kerja sama seperti program double degree (2+2 atau 3+2) dan credit earning yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik internasional sekaligus peluang kerja di luar negeri.
Sebagai langkah konkret untuk mendukung kesiapan akademik mahasiswa, Loekito Education Group menawarkan layanan simulasi IELTS gratis bagi civitas Unesa. Program ini dirancang untuk memastikan mahasiswa memiliki kualifikasi bahasa Inggris yang memadai sebelum menempuh pendidikan di universitas mitra di Australia.
Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Suprapto, S.Pd., M.T., menyambut positif peluang ini, terutama terkait potensi beasiswa dan penyelarasan kurikulum vokasi dengan standar internasional. Menurutnya, antusiasme dosen dan mahasiswa terhadap program internasional sangat besar, sehingga diperlukan formula pembiayaan dan pendampingan bahasa yang tepat.
Beberapa pimpinan fakultas lain yang hadir, termasuk dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Psikologi, turut mendalami mekanisme adaptasi kurikulum untuk mempermudah implementasi program artikulasi.
Pertemuan diakhiri dengan rencana teknis penyaringan kandidat mahasiswa dari setiap fakultas untuk mengikuti program persiapan bahasa Inggris sebagai langkah awal realisasi kerja sama. ][
***
Reporter: Dinda Aulia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa