Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai melaksanakan rangkaian seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Sebanyak 353 pendaftar kelompok program studi kedokteran mengikuti Tes Masuk Unesa Berbasis Komputer (TMUBK) 2026 di Fakultas Kedokteran, Kampus II Lidah Wetan, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Kepala Seksi Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa, Dr. Ainur Rifqi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa peserta yang memilih program studi di Fakultas Kedokteran (FK) wajib mengikuti seleksi secara langsung di kampus. Selain tes tulis, mereka juga harus menjalani tes psikologi dan tes kesehatan.
Ia menambahkan bahwa Unesa telah menyiapkan proses seleksi secara matang dan komprehensif agar penerimaan mahasiswa baru berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel. Penyusunan soal tes melibatkan dosen serta pakar dari sejumlah bidang keilmuan.
Selain kualitas soal, pengawasan pelaksanaan ujian juga diperketat. Sebelum memasuki ruang ujian, peserta wajib menjalani pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi logam (metal detector) untuk mengantisipasi dan memastikan tidak adanya praktik kecurangan selama ujian berlangsung.
"Kami melibatkan 10 pengawas yang berpengalaman agar pelaksanaan tes berjalan sesuai prosedur. Harapannya, hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta sehingga yang diterima adalah mereka yang memang layak dan siap mengikuti perkuliahan di Unesa," tandasnya.
Ia memaparkan bahwa TMUBK Unesa tahun ini dilaksanakan dalam dua skema. Pertama, skema luring (offline) khusus untuk program studi bidang kedokteran. Kedua, skema daring (online) untuk program studi non-kedokteran yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026. Jumlah pendaftar TMUBK program studi non-kedokteran tercatat sebanyak 2.018 peserta.
Ujian ini memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Fadhilah Ahza Habibah, peserta TMUBK prodi kedokteran asal Lamongan, menyampaikan bahwa tingkat kesulitan soal yang dihadapinya mirip dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurutnya, bagian yang paling menantang adalah soal literasi IPS serta tes psikologi yang menuntut konsentrasi karena berkejaran dengan waktu.
Pelaksanaan TMUBK Unesa ini tidak hanya menjadi tumpuan harapan bagi peserta, tetapi juga para orang tua. Nurul Agustien, salah satu orang tua peserta asal Klaten, Jawa Tengah, rela mendampingi anaknya secara langsung ke Surabaya demi memberikan dukungan penuh.
Nurul mengungkapkan bahwa dirinya mendukung penuh pilihan sang anak untuk melanjutkan studi di Unesa, meskipun secara geografis tempat tinggal mereka lebih dekat dengan perguruan tinggi di Yogyakarta maupun Semarang.
Ia melihat Unesa saat ini tidak hanya dikenal sebagai kampus pendidikan, tetapi juga telah berkembang dengan memiliki fakultas-fakultas sains dan kesehatan yang banyak diminati seperti Fakultas Kedokteran. Ia berharap, tes sang anak berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
TMUBK Berlangsung Ketat dan Lancar, Ratusan Pendaftar Rebut Kesempatan Masuk Kedokteran Unesa
04 July 2026

