06 February 2026

Surabaya, 04-06 Februari 2026 – Program PUSPAGA Goes to School kembali hadir sebagai upaya edukatif dalam memberikan perlindungan dan penguatan karakter bagi anak dan remaja di Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan program unggulan bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diinisiasi oleh DP3APPKB Surabaya, berkolaborasi dengan WEPOSE Indonesia dan Karang Taruna Surabaya. Program ini juga melibatkan lebih dari 300 relawan dalam sosialisasi Surat Edaran Pembatasan Gawai dan Internet bagi Anak se-Kota Surabaya, serta didukung oleh beberapa mahasiswa S1 Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya, yaitu Khairunnisa Nur Fadhilah, Avrilia Aisyah Nanda, Chantika yuliana intan purwanti, Naila Rita Ranggi, Isdania Maharani, Choirun Nisa Eka Aprillianti sebagai fasilitator. Dari segi materi, kegiatan kali ini mengangkat tema perlindungan anak, pengenalan area privasi, edukasi internet sehat, hingga pencegahan pernikahan dini. Pada jenjang TK, materi difokuskan pada pemahaman sederhana mengenai bagian tubuh pribadi serta pentingnya berani berbicara ketika merasa tidak nyaman.Sedangkan untuk jenjang MTs dan seterusnya, pembahasan berkembang pada penggunaan media sosial secara bijak, bahaya perundungan baik secara langsung maupun digital, serta pentingnya etika dalam berinteraksi. Narasumber mengatakan bahwa materi yang disampaikan juga mencakup pencegahan Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA), kenakalan remaja, serta kekerasan seksual.Selama tiga hari program ini, kegiatan dilaksanakan di berbagai jenjang sekolah, mulai dari TK hingga MTs, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta. Secara keseluruhan, program ini menjangkau lebih dari 150 sekolah di Surabaya. Mahasiswa yang terlibat turut membantu merancang media pembelajaran yang interaktif agar materi lebih mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, beberapa mahasiswa TP yang ikut berperan menyatakan bahwa mereka mendapatkan pemahaman yang lebih luas terhadap berbagai isu yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja, serta menilai edukasi mengenai area privasi dan internet sehat sangat penting di tengah maraknya kasus kekerasan dan perundungan.Sementara itu, narasumber juga merasakan bahwa kegiatan ini membuka perspektif tentang pentingnya ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan pendapat dan perasaan tanpa takut dihakimi. Interaksi langsung dengan peserta membuatnya semakin memahami isu keluarga, pertemanan, serta kesehatan mental yang nyata terjadi di lingkungan mereka.Narasumber berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkembang. Mereka menginginkan materi yang semakin mendalam, durasi kegiatan yang lebih panjang, serta adanya pendampingan berkelanjutan agar dampaknya dapat dirasakan secara konsisten. Selain itu, kolaborasi yang lebih kuat dengan pihak sekolah, guru, dan orang tua juga diharapkan dapat memperkuat pesan-pesan yang disampaikan. Harapan besarnya, PUSPAGA Goes to School dapat terus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak dan remaja dalam membangun generasi yang lebih sadar, terlindungi, dan berdaya. Penulis: Avrilia Aisyah Nanda (2025C)Editor: Farida Hurun In Zayyana (2024D)