04 May 2021


Unesa.ac.id, Surabaya-Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 telah berakhir. Untuk gelombang satu yakni dimulai pada 14-18 April 2021 dan 26 April-2 Mei 2021 untuk gelombang dua.
Selama penyelenggaraan UTBK di Unesa, berdasarkan hasil evaluasi tim admisi Unesa, ternyata ada banyak cerita menarik dari para peserta saat ujian. Hal itu disampaikan Ketua Satuan Admisi UTBK Unesa, Dr. Sukarmin, M.Pd, di Unesa Lidah Wetan pada Selasa, (04/05/2021).
1. Peserta tidur pules hingga ujian selesai
Pada UBTK gelombang kedua, pengawas mendapati satu peserta yang tertidur pulas saat mengerjakan ujian. Sukarmin menuturkan bahwa peserta yang ketiduran saat ujian disebabkan banyak faktor. Bisa karena kurang tidur, terlalu deg-degan, atau karena kelelahan ditambah puasa dan faktor lainnya. “Sesuai prosedur, jika ditemukan peserta yang tertidur, pengawas memperingatkan agar peserta bisa kembali mengikuti ujian, karena waktu ujian terus berjalan,” ujarnya.
2. Kesurupan
Masih pada sesi ujian gelombang kedua, ada satu peserta perempuan yang mengalami kesurupan saat ujian. Berdasarkan keterangan panitia yang bertugas, peserta diketahui tiba-tiba teriak-teriak dan tidak sadarkan diri.
Oleh panitia, peserta yang bersangkutan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulan. Setelah ditangani secara medis, peserta akhirnya sadarkan diri. “Awalnya sumuk, merasa panas pakai kaos tangan. Saya takut menyampaikan ke pengawas dan tiba-tiba saja saya tidak sadarkan diri. Sebelumnya saya pernah mengalami hal yang sama, sekali saat ada kegiatan di sekolah,” ungkap Sukarmin mengulang pengakuan peserta itu.
Setelah dipastikan benar-benar sadar, peserta asal Gresik itu langsung diarahkan ke ruangan ujian dan kembali mengikuti ujian tersebut hingga sesi usai.
3. Terlambat dan batal ujian
Selain itu, terdapat kasus peserta yang terlambat karena salah lokasi pada penyelenggaraan UTBK gelombang pertama. Peserta diketahui memang sudah cepat menuju lokasi ujian. Namun kampus yang didatangi adalah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), padahal tempat ujiannya adalah di UNESA Lidah Wetan. “Karena salah lokasi dia terlambat lebih dari waktu dispensasi yang ditentukan pusat, karena itu ya terpaksa tidak bisa ikut ujian,” kata dosen FMIPA Unesa itu.
4. Tidak hadir ujian tanpa keterangan
Jumlah keseluruhan peserta UTBK Unesa 2021 yakni sebanyak 15.175 orang. Total yang hadir yakni sebanyak 14.441 atau sekitar 95,2 persen. Sementara yang tidak hadir sebanyak 734 atau sekitar 4,8 persen. Yang tidak hadir itu semuanya tanpa keterangan.
Dari warna-warni UTBK 2021 tersebut tentu harus menjadi perhatian bersama, terutama untuk para siswa atau peserta pada pelaksanaan UTBK berikutnya. “Paling penting, persiapkan diri jauh-jauh hari, baik fisik maupun psikis. Kalau persiapan sudah matang, tentu saat ujiannya pun bisa lancar,” pesannya. “Kesuksesan itu perlu rencana dan persiapan yang matang, maka peserta harus siapkan dan matangkan rencana kesuksesan untuk masa depan,” sambungnya.
UTBK Unesa tahun ini terbilang lancar dan sukses meski diselenggarakan saat pandemi dan bertepatan dengan bulan puasa. Hingga rilis ini ditulis, tidak terkonfirmasi satupun persoalan Covid-19. “Alhamdulillah ya, tidak ada apa-apa dan peserta maupun panitia sehat dan aman sesuai harapan kita bersama. Pun penerapan Prokes saat UTBK lancar dan ketat. Terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan ujian,” imbuhnya. (Humas Unesa)