Unesa.ac.id. SURABAYA—Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa)menggelar pelatihan inovatif bertajuk "Olahan Aneka Umbi sebagai Camilan Sehat dan Khas Keluarga Indonesia". Kegiatan yang berfokus pada pengolahan ubi jalar sebagai pangan fungsional ini berlangsung di Gedung Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Bekerja sama dengan DWP Fakultas Ketahanan Pangan (FKP), acara ini menonjolkan potensi pangan lokal berbasis umbi-umbian sebagai sumber nutrisi yang sehat, bergizi, dan memiliki nilai ekonomi tambah bagi keluarga.
Dalam sesi materi, Fitri Komala Sari dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian membedah keunggulan ubi jalar yang kaya akan nilai fungsional, seperti beta karoten, serat pangan, hingga indeks glikemik yang baik. Ia menyoroti ubi jalar ungu sebagai varietas yang paling unggul karena kandungan antosianinnya.
“Antosianin berfungsi sebagai antioksidan alami yang menangkap radikal bebas. Hal ini berperan penting dalam mencegah penuaan dini, kanker, hingga penyakit degeneratif seperti arteriosklerosis,” jelasnya.
Terkait teknik pengolahan, ia menjelaskan bahwa penggunaan tepung umbi-umbian sebaiknya dikombinasikan dengan jenis tepung lain agar adonan memiliki daya ikat yang sempurna. Dengan teknik yang tepat, aneka umbi ini dapat disulap menjadi beragam produk menarik, mulai dari kue kering, kue basah, mie, hingga roti.
Ketua DWP FKP Unesa, Rosa Prafitri Juniarti, menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan fokus utama fakultasnya yang berbasis pengolahan pangan. Ia mengungkapkan bahwa DWP FKP telah aktif menjalankan berbagai program ketahanan pangan, mulai dari pembuatan pupuk organik cair, budidaya ikan dalam ember, hingga pembuatan yoghurt dan puding fungsional.
“Kami berharap keterampilan praktis ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Rosa.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua DWP Unesa, Endah Purnomowati Nurhasan. Ia memuji inisiatif FKP yang mengangkat pangan lokal sebagai program unggulan di awal tahun. Ia mengajak seluruh anggota DWP untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi dan masyarakat.
“Di awal tahun ini, kita harus bangun semangat baru. Melalui DWP, kita kontribusikan apa yang kita mampu untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” tutur Endah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap fakultas baru tersebut, DWP Unesa juga berkomitmen memberikan pendampingan administratif, termasuk proses pengajuan surat keputusan (SK) ke kementerian guna memperkuat posisi operasional DWP FKP di lingkup universitas.][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Angkat Potensi Pangan Lokal, DWP Unesa Gelar Pelatihan Pengolahan Aneka Umbi Jadi Produk Bernilai Tambah
09 January 2026

