MEMBANGGAKAN UNESA: Tim PKM-VGK berhasil lolos pendanaan PKM tahun 2025
Unesa.ac.id,- SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Sistem Informasi Belmawa (Simbelmawa).
Tim ini mengusung gagasan berjudul "MOSAI: Sistem Pengendalian Hama Tikus Terintegrasi Berbasis Artificial Intelligence dengan Pendekatan Deteksi Pintar dan Fumigasi Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia" sebagai solusi inovatif dalam menjawab permasalahan serangan hama tikus yang masih menjadi salah satu penyebab utama penurunan produktivitas pertanian nasional.
Tim PKM-VGK tersebut terdiri atas Risma Dwy Ramadina (S1 Pendidikan Biologi), Gabriela Palem Aprilia (S1 Pendidikan Biologi), Imro’atus Sholihah (S1 Teknik Informatika), Khoirunnisa Nur Afifah (S1 Desain Komunikasi Visual) dan Muhammad Khofi Aulia (S1 Desain Komunikasi Visual) dengan bimbingan Dwi Anggorowati Rahayu, S.Si., M.Si.
Ketua Tim PKM, Risma Dwy Ramadina mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara produsen beras terbesar di dunia. Namun, sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan hama tikus yang menyebabkan kerusakan lahan dan kehilangan hasil panen setiap tahunnya.
“Permasalahan ini menjadi perhatian tim kami untuk menghadirkan sebuah konsep teknologi yang tidak hanya mampu mendeteksi keberadaan hama secara lebih cepat, tetapi juga mendukung proses pengendalian yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Risma.
Melalui MOSAI, terangnya, tim menawarkan sebuah sistem pengendalian hama tikus berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mengintegrasikan teknologi pemantauan, analisis data, serta mekanisme pengendalian yang dirancang untuk mendukung kebutuhan petani modern di Indonesia.
Gabungkan Artificial Intelligence dan Pertanian Cerdas
Risma menjelaskan, MOSAI dikembangkan sebagai konsep pertanian cerdas (smart agriculture) yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk membantu proses identifikasi aktivitas hama secara lebih akurat.
“Sistem ini dirancang untuk melakukan pemantauan kondisi lahan secara berkelanjutan, mengolah data yang diperoleh dari perangkat lapangan, serta menyajikan informasi yang dapat membantu pengambilan keputusan dalam pengendalian hama,” jelasnya.
Risma menegaskan bahwa MOSAI mengedepankan pendekatan terintegrasi yang mengombinasikan teknologi deteksi cerdas, pemetaan aktivitas hama, serta metode pengendalian yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan dibandingkan beberapa metode konvensional yang masih digunakan saat ini.
Selain itu, konsep MOSAI juga mendukung digitalisasi sektor pertanian melalui sistem monitoring yang memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih efektif dan terdokumentasi.
“Gagasan MOSAI ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi tepat guna,” tegasnya.
Melalui pendekatan yang mengutamakan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan, tambah Risma, inovasi ini diharapkan mampu membantu mengurangi kerugian hasil panen akibat serangan hama tikus sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“MOSAI juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2 yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dan tujuan ke-12 yaitu Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab),” tambahnya.
Wujud Kontribusi Mahasiswa untuk Indonesia
Dosen Pembimbing PKM, Dwi Anggorowati Rahayu mengatakan, keberhasilan memperoleh pendanaan PKM 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai permasalahan bangsa.
Ia mengatakan, pada penyelenggaraan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2026, tercatat lebih dari 25.253 proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diajukan melalui Simbelmawa untuk mengikuti proses seleksi nasional.
“Di tengah tingginya persaingan tersebut, proposal MOSAI yang diusulkan oleh tim PKM-VGK Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil lolos seleksi dan memperoleh pendanaan,” ungkapnya bangga.
Capaian ini, lanjut Dwi, menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNESA sekaligus menunjukkan bahwa gagasan yang dikembangkan mahasiswa memiliki potensi dan relevansi dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Melalui MOSAI, tim PKM-VGK UNESA berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia berbasis teknologi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Azhar Adi Mas’udi
Editor: Basyir Aidi
Tim PKM-VGK UNESA Raih Pendanaan Simbelmawa 2026 Lewat Inovasi MOSAI
09 June 2026

