03 August 2026


Unesa.ac.id. SURABAYA—Opening Ceremony Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) ke-XI resmi diselenggarakan di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus II Lidah Wetan, pada Minggu, 2 Agustus 2026 malam. Ajang bergengsi yang diinisiasi Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) ini dibuka langsung Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Tahun ini, Fakultas Vokasi Unesa dipercaya menjadi tuan rumah dengan mengusung tema “Synergizing for Sustainable Innovation: Transforming Ideas into Real-World Impact”. Kompetisi ini sukses menarik perhatian ribuan tim dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta baik dari akademi, politeknik, hingga sekolah vokasi di seluruh Indonesia.
Pada babak penyisihan, ajang ini diikuti sekitar 1.500 tim dengan total hampir 4.700 mahasiswa yang berkompetisi pada 26 tangkai lomba. Dari seleksi ketat tersebut, sebanyak 363 finalis dari 65 kampus berhasil melaju ke babak final. Perhelatan akbar ini juga melibatkan 130 dosen pembimbing serta 78 juri profesional dari unsur dunia usaha dan dunia industri (dudi), serta kalangan akademik.
Peran Strategis Vokasi dalam SDGs
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., menjelaskan bahwa OLIVIA merupakan wujud komitmen bersama dalam memajukan inovasi di bidang vokasi. Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki keunggulan komparatif yang unik melalui keahlian praktis, kedekatan dengan industri, serta kemampuan menerjemahkan teori menjadi aplikasi terapan secara tepat dan cepat.
Dalam konteks pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), akademisi vokasi memegang peran kunci sebagai jembatan kolaborasi lintas sektor (pentahelix), motor lahirnya karya inovatif yang berdampak nyata, serta pendorong inklusivitas dan keberlanjutan.
“OLIVIA bukanlah sekadar mencari siapa yang menang, tetapi merupakan ruang untuk menyemai benih kolaborasi, inovasi, dan talenta muda Indonesia yang kelak akan memimpin negeri ini. Kepada seluruh finalis, tunjukkan sportivitas dan karya terbaiknya. Junjung tinggi integritas dan semangat kebangsaan untuk merawat kebhinekaan,” ucapnya.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum FPTVI, Prof. Dr. Muh. Restu, M.P., menuturkan bahwa OLIVIA merupakan wadah strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terampil, inovatif, serta siap kerja guna menopang akselerasi pembangunan nasional.
“Dengan keterlibatan peserta yang luar biasa ini, tentu kita harapkan nanti bisa menghasilkan berbagai karya inovatif yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan vokasi ke depan,” tuturnya.
Menjawab Tantangan Relevansi
Sementara itu, Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyoroti pentingnya relevansi pendidikan vokasi di Indonesia yang saat ini jumlahnya telah mencapai 1.600 penyelenggara. Ia menegaskan, pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan zaman melalui penguatan kompetensi dan karakter lulusan.
“Dalam menghadapi tuntutan dunia kerja sekarang dan masa depan, tidak cukup hanya mengandalkan skill. Keterampilan tinggi tersebut harus dibersamai dengan karakter atau attitude yang baik. Untuk itu, tetap asah keterampilan Anda, dan perkuat integritas akademik serta moral yang bagus,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Wamendiktisaintek berharap ajang OLIVIA XI ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama. “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenangkan lomba, tetapi juga harus menjadi wadah untuk mengibarkan panji-panji moral bagi generasi muda Indonesia,” pungkasnya. ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa