04 August 2026


Unesa.ac.id. MADIUN—Puluhan guru dan pengelola PAUD se-Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun mengikuti workshop sekaligus uji publik kurikulum Program Studi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan untuk memperkuat kualitas pembelajaran anak usia dini berbasis budaya lokal.
Koordinator Program Studi S1 PG PAUD Unesa Kampus 5 Magetan, Nurul Khotimah menuturkan, di tengah perubahan karakter anak dan tantangan pendidikan yang semakin beragam, pengalaman guru di lapangan menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum calon pendidik.
Karena itu, kegiatan tidak hanya menghadirkan penguatan kompetensi bagi guru, tetapi juga membuka ruang agar masukan dari praktisi menjadi bahan penyempurnaan kurikulum sehingga lebih relevan dengan kebutuhan sekolah.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun hubungan yang lebih erat dengan satuan pendidikan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi dinamika pembelajaran di lapangan.
Melalui workshop tersebut, pihaknya memperkenalkan pendekatan etnopedagogi holistik, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses belajar anak usia dini. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan yang perlu dikenalkan kepada anak, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran untuk membangun karakter, kreativitas, dan identitas sejak usia dini.
Sesi berikutnya menghadirkan dosen PG PAUD Unesa Kampus 5 Magetan, Budi Rachman, yang memaparkan berbagai strategi implementasi etnopedagogi holistik di kelas. Berbagai contoh praktik pembelajaran berbasis budaya lokal dibahas bersama peserta sehingga dapat langsung diterapkan sesuai karakteristik sekolah masing-masing.
Diskusi berlangsung interaktif. Para guru tidak hanya berbagi pengalaman mengenai tantangan pembelajaran di kelas, tetapi juga menyampaikan berbagai kebutuhan yang mereka hadapi dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan anak.
Masukan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam agenda uji publik kurikulum Program Studi S1 PG PAUD Unesa. Tim pengembang memaparkan arah pengembangan kurikulum sekaligus meminta tanggapan dari para pengelola dan guru PAUD agar kompetensi lulusan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Pendidikan Berkualitas (DGS-4) Berbasis Kearifan Lokal” tersebut, kurikulum tidak disusun hanya berdasarkan perspektif akademik, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman praktis para pendidik di lapangan. Dengan begitu, kurikulum yang dihasilkan tidak hanya mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan di lapangan. ][
***
Penulis: Tim PKM Prodi S-1 PG PAUD Unesa
Editor: @zam*
Foto: Tim PKM Prodi S-1 PG PAUD Unesa