04 August 2026


Unesa.ac.id. BONDOWOSO—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menggelar 12 program pelatihan life skill yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Program tersebut menjadi bagian dari “Unesa Mengabdi: Satukan Langkah Wujudkan Bondowoso Berkah” yang dibuka di Pendopo Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Berbeda dengan pelatihan yang umumnya berfokus pada satu bidang, program ini mengintegrasikan berbagai keterampilan yang disusun berdasarkan kebutuhan pembangunan daerah.
Materinya mencakup pengembangan produk unggulan lokal, penguatan UMKM, sekolah lansia, pemanfaatan AI bagi aparatur sipil negara, smart farming, affiliate marketing, teknik pembangunan hunian, hingga penguatan ketahanan pangan. Seluruh pelatihan dipadukan dengan praktik dan pendampingan agar dapat langsung diterapkan di masyarakat.
Ketua Tim Pelaksana Unesa Mengabdi 2026, Mufarrihul Hazin menjelaskan bahwa seluruh paket pelatihan dirancang bersama perangkat daerah sehingga selaras dengan tantangan yang dihadapi Bondowoso. Karena itu, program tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
"Pelatihan life skill ini difokuskan untuk merespons tantangan pembangunan daerah secara aplikatif. Paket pelatihan yang disiapkan memadukan teori dan praktik langsung, mulai dari pengembangan produk unggulan lokal, Sekolah Lansia Tangguh, pemanfaatan AI, smart farming, affiliate marketing, teknik pembangunan hunian, hingga strategi penguatan ketahanan pangan," jelasnya.
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i menilai peningkatan keterampilan masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi.
"Peningkatan kompetensi masyarakat seperti ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi kami. Harapannya sinergi strategis ini dapat terus diperkuat demi mempercepat terwujudnya Kabupaten Bondowoso yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera," ujarnya.
Sekretaris LPPM Unesa, Oce Wiriawan mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui transfer pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab menghadirkan kepakaran akademik untuk membantu menyelesaikan persoalan pembangunan yang dihadapi daerah.
"Pelatihan ini tidak sekadar menjadi agenda akademik, melainkan wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Melalui transfer pengetahuan, keterampilan teknis, dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mendorong kemandirian serta peningkatan daya saing masyarakat," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Unesa dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan sejumlah perjanjian kerja sama dengan perangkat daerah. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan daerah yang mendukung target pembangunan berkelanjutan. []
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa