Unesa.ac.id. SURABAYA—Perkembangan ilmu biomedis dan teknologi kesehatan membuka peluang baru untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi manfaatnya perlu diterjemahkan ke dalam riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendorong penguatan riset biomedis dan kolaborasi global yang berorientasi pada kesehatan berkelanjutan melalui forum akademik lintas negara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui The International Conference on Biomedical Innovation for Sustainable Health (ICBISH) 2026 yang digelar FK Unesa secara hybrid pada 8–9 Agustus 2026 di Vasa Hotel Surabaya, Jawa Timur. Mengusung tema ‘Biomedical Innovation Driving Sustainable Health,’ konferensi ini mempertemukan peneliti, pendidik, klinisi, dan pemangku kebijakan untuk berbagi hasil penelitian serta inovasi di bidang biomedis dan kesehatan berkelanjutan.
Sekitar 230 civitas FK Unesa dan peneliti, dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus mengikuti konferensi yang membahas empat bidang utama, yakni Fundamental Biomedical Sciences, Biomedical Education and Innovation, Clinical Research and Evidence-Based Medicine, serta Interdisciplinary Approach in Biomedical for Health Sustainability.
Pembahasan juga mencakup perkembangan kesehatan digital, kecerdasan buatan, teknologi medis, One Health, dan pendekatan berbasis masyarakat.
General Chair ICBISH 2026, Arifiana Wungu Kartika Dewi, mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari upaya FK Unesa memperluas wawasan akademik sekaligus mempertemukan sivitas akademika dengan pakar dari berbagai negara.
“Menjadi tuntutan untuk kami, Fakultas Kedokteran, untuk terus meng-upgrade ilmu, terutama tentang kedokteran dan kesehatan. ICBISH ini menjadi wadah bagi kita untuk bertemu dengan para pakar dari seluruh dunia yang ahli di bidangnya masing-masing untuk bisa menambah pengetahuan kami, dan agar artikel-artikel kami bisa dipublikasikan di tingkat internasional,” ujarnya.
Konferensi menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai institusi internasional, di antaranya University of Manchester, Hong Kong Polytechnic University, Kumamoto University, Leiden University Medical Center, Otago University, National Taipei University, MARA University of Technology, dan University Malaya, serta Universitas Indonesia.
Pemilihan pembicara dilakukan dengan mempertimbangkan kepakaran, rekam jejak publikasi ilmiah, serta relevansi penelitian dengan perkembangan isu dan temuan terbaru di bidang kedokteran dan kesehatan. Pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum konferensi, tetapi berkembang menjadi riset dan inovasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kesehatan.
“Ini menjadi salah satu concern. Kami sudah bekerja sama untuk riset dengan PolyU, Polytechnic University dari Hong Kong, dan juga ada salah satu pembicaraan dari Manchester University. Kami juga sudah bekerja sama untuk penelitian. Tentunya dengan mitra-mitra universitas luar negeri yang pada saat ini ikut berkontribusi atau menjadi keynote speaker di acara ini, harapannya setelahnya ada rencana tindak lanjut untuk riset bersama,” jelas Arifiana.
Dekan FK Unesa, dr. Endang Sri Wahjuni, menegaskan bahwa kerja sama menjadi salah satu output konkret yang ingin dibangun melalui penyelenggaraan ICBISH. Menurutnya, keberlanjutan konferensi dapat memperkuat hubungan akademik sekaligus membuka peluang penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kerja sama dalam pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi.
“Untuk output yang konkret, yang pertama pasti kerja sama, kemudian sustainability. Harapannya setiap tahun bisa memberikan semacam keynote juga kepada kita. Targetnya setiap tahun konferensi internasional ini bisa berlangsung, sehingga bisa memberikan insight, peluang riset, dan inovasi baru,” ungkapnya.
Menurut Dekan FK, keberlanjutan forum tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan FK Unesa dan kesehatan masyarakat. Penguatan riset serta jejaring akademik internasional menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan.
“Dengan ICBISH ini, konferensi internasional tentang kedokteran dan kesehatan, tentunya kami berharap bisa berkontribusi positif, baik untuk FK Unesa sendiri maupun untuk meningkatkan peringkat FK dan juga Unesa. Kemudian berkaitan juga dengan SDGs, terutama SDG 3 karena ini berkaitan dengan kesehatan dan well-being,” jelasnya. ][
***
Reporter: Erlina Dwi Hidayanti (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
ICBISH 2026 FK Unesa Perkuat Ekosistem Kolaborasi Riset dan Inovasi Biomedis untuk Kesehatan Berkelanjutan
09 August 2026

