Unesa.ac.id, SURABAYA—Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menggelar Pre-launching Sekolah Rakyat dan Doa untuk Sumatera yang dihadiri seluruh jajaran sekolah rakyat di Jawa Timur di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada Senin, 29 Desember 2025.
Mensos RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menuturkan bahwa sebanyak 2.489 siswa dari total 26 sekolah rakyat yang beroperasi di Jawa Timur dengan berbagai macam jenjang mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas, termasuk yang ada di Unesa.
Ia menyampaikan rasa syukur dengan hadirnya sekolah rakyat sebagai media dalam menjaga harapan atau asa para murid yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Melalui sekolah rakyat harapan bisa dipertahankan dan ditumbuhkan sehingga tidak menjadi generasi yang putus asa, kalau sudah putus asa itu berat sekali, kehadiran sekolah rakyat memastikan tidak ada keputusasaan itu” ujarnya.
Menurutnya, background atau desain sekolah rakyat harus dipandang dengan cara pandang yang berbeda kepada keluarga-keluarga yang sangat terbatas, cara pandang harus diubah yaitu dengan cara pandang kasih sayang, melihat warga masyarakat dengan kaca mata kasih sayang.
“Pendekatan kasih sayang juga harus diterapkan dalam pendidikan, tidak ada ciptaan tuhan yang sia-sia, manusia sebaik baik ciptaan tuhan, di setiap manusia ada yang namanya talenta dan talenta ini adalah modal sukses. Kenapa sekolah rakyat kita bangun karena punya keyakinan itu” tambahnya.
Dalam penutup sambutannya, Gus Ipul menekankan konsep trilogi sekolah rakyat: (1) memuliakan kaum duafa, (2) menjangkau yang tidak terjangkau, dan (3) memungkinkan yang tidak mungkin.
Program pengentasan kemiskinan melalui program pendidikan tersebut menjadi perhatian serius Unesa. Bahkan, sejak awal kampus ‘Rumah Para Juara’ mendukung program itu melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di sekitar kampus.
Wakil Rektor Bidang IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko yang hadir dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa akses pendidikan merupakan jembatan sekaligus aset bagi masyarakat kurang mampu untuk memperbaiki masa depannya.
“Mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas merupakan hak anak-anak Indonesia. Karena itu, akses itu disiapkan dengan berbagai skema, salah satunya melalui skema Sekolah Rakyat,” ucapnya.
Ia mengharapkan Sekolah Rakyat sebagai program yang berkelanjutan dan menjangkau seluruh anak termasuk anak berkebutuhan khusus.
Berkelanjutan artinya, ada sistem yang berkesinambungan antara sekolah rakyat dengan sekolah umum lainnya, sehingga tidak terjadi hambatan di kemudian hari bagi lulusan sekolah rakyat yang ingin lanjut ke sekolah menengah atas, dan atau yang ke bangku perkuliahan.
“Sekolah Rakyat di Unesa sistemnya berkelanjutan dan menjangkau anak berkebutuhan khusus. Mereka yang lulus Sekolah Rakyat di Unesa bisa melanjutkan kuliah di Unesa melalui jalur beasiswa,” bebernya. ][
***
Reporter: Muhammad Azhar Adi Mas’ud (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Kemensos Gelar Pre-Launching Sekolah Rakyat dan Doa Bersama untuk Sumatera di Graha Unesa
29 December 2025

