13 January 2026


Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat langkah internasionalisasi dan transformasi digital pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan dari Shanghai Edutech Co., Ltd yang digelar pada Selasa, 13 Januari 2026 di Meeting Room Lantai 8, Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Kunjungan ini menjadi forum strategis untuk menjajaki potensi kerja sama pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya di bidang pendidikan vokasi.
Dalam sambutannya, Bambang Sigit Widodo, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki makna strategis sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Unesa dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam transformasi pendidikan dan pembelajaran.
“Melalui Fakultas Vokasi, Unesa terus memperluas kolaborasi global dengan berbagai mitra internasional, termasuk Tiongkok untuk mendukung inovasi dan penguatan kualitas pendidikan vokasi,” ujarnya.
Ia berharap diskusi pada kesempatan kali ini dapat melahirkan gagasan konkret dan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dalam memberdayakan mahasiswa, memperkuat kapasitas institusi, dan mendorong penerapan pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Mr. Xu Shaoquan dari Shanghai Edutech mempresentasikan konsep Future Schools of the New Era yang mengintegrasikan AI, smart classroom, dan platform pembelajaran digital terintegrasi mulai dari persiapan sebelum kelas, proses pembelajaran saat kelas, hingga evaluasi setelah kelas.
Konsep ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan data secara mandiri oleh perguruan tinggi. Menurutnya, universitas idealnya memiliki platform AI internal untuk mendukung pembelajaran, evaluasi mahasiswa, hingga riset, dengan tetap menjaga keamanan dan privasi data.
“Kita tidak hanya memanfaatkan AI, tetapi membangun dan mengembangkan AI itu sendiri untuk menunjang proses pembelajaran. AI harus menjadi sistem pendukung bagi dosen membantu menyiapkan materi, mengevaluasi pembelajaran, dan meningkatkan efisiensi mengajar bukan menggantikan peran dosen,” terangnya.
Dekan Fakultas Vokasi Unesa, Suprapto, menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal yang terjalin melalui international conference FV Unesa, yang kemudian berkembang melalui berbagai diskusi intensif hingga berlanjut pada tahap implementasi.
"Fakultas Vokasi akan menjadi pilot project pengembangan pembelajaran berbasis AI, baik melalui AI smart classroom maupun laboratorium berbasis AI. Dalam jangka menengah, Edutech juga berencana berinvestasi di Indonesia bekerja sama dengan Unesa,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa pengembangan tersebut mencakup pemasangan AI smart classroom, laboratorium berbasis AI, hingga sistem pencahayaan berbasis AI yang diharapkan mampu mendukung efisiensi energi.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa