Unesa.ac.id, SURABAYA—Agenda Halalbihalal di lingkungan Lembaga Pendidikan dan Sertifikasi Profesi (LPSP) serta Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 menjadi momentum untuk mempererat hubungan internal dan memperkuat kualitas layanan. Sinergi yang dibangun dalam momen ini diarahkan untuk menghadirkan dampak nyata yang lebih luas dan solutif bagi civitas dan masyarakat.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Martadi, menekankan bahwa sebagai PTN-BH, Unesa harus memastikan setiap langkah strategis lembaga bermuara pada peningkatan kualitas ekosistem pendidikan. LPSP dan BPPG diharapkan menjadi motor penggerak yang tidak hanya mengejar target administratif, tetapi memberikan kontribusi dan kebermanfaatan yang lebih besar.
"Kita tingkatkan ukhuwah agar ke depan, dampak positif dari program-program LPSP dan BPPG semakin dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mahasiswa maupun dosen. Kebersamaan adalah fondasi untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional dan bermartabat," ujarnya.
Prioritas Dampak pada Kualitas Lulusan
Kepala BPPG Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi, menggarisbawahi bahwa kekompakan internal adalah kunci dalam memastikan 613 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjalani program mendapatkan layanan terbaik. Baginya, keberhasilan mahasiswa dalam menempuh sertifikasi adalah tolak ukur utama keberhasilan lembaga.
“Kami ingin menciptakan dampak melalui komunikasi dua arah. Melibatkan mahasiswa dalam ruang diskusi seperti ini adalah upaya kami untuk memahami kebutuhan mereka secara langsung, sehingga layanan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” terangnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala LPSP Unesa, Maspiyah, mendorong para kepala pusat untuk terus melahirkan inovasi yang mampu menyederhanakan prosedur dan meningkatkan transparansi. Ia menilai energi pasca-Ramadan harus dikonversi menjadi etos kerja yang berorientasi pada hasil dan kemudahan akses bagi pengguna layanan.
Ia juga mendorong seluruh kepala pusat untuk terus menghadirkan inovasi guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, baik terkait Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun kontribusi terhadap income generating.
“Inovasi yang kita kembangkan harus memiliki dampak pada efisiensi dan kepuasan civitas. Kebersamaan tim akan memastikan setiap capaian kinerja selaras dengan misi besar kita dalam memberikan kontribusi terbaik bagi institusi,” tegas Maspiyah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini juga diisi dengan tausiah oleh Husni Abdullah. Ia menekankan bahwa pengendalian diri dan keikhlasan pasca-Ramadan merupakan modal utama dalam membangun karakter kerja yang harmonis. Keselarasan antara aspek spiritual (dzikir) dan intelektual (fikir) dinilai akan memperkuat dampak sosial lembaga dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. ][
***
Reporter: Ja’far (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Halalbihalal LPSP-BPPG Unesa Perkuat Sinergi dan Inovasi untuk Memperluas Dampak
01 April 2026

