Surabaya, UNESA – Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan pada Senin 6 April 2026 bertempat di Auditorium Gedung O1 Lantai 2 Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA, acara ini mengusung tema "Building a Business That Can Learn: Bisnis Tumbuh Secepat Kemampuannya Untuk Belajar."Seminar ini digelar secara hybrid dengan menghadirkan dua narasumber, Boudewijn Satrio Negoro (Owner 88 Production) dan Fiki Aisyah Al Farihah (Owner Aisyah Souvenir), dengan dipandu oleh Arqoma Nurveda Careza (Dosen Prodi Teknologi Pendidikan) sebagai moderator.Dalam pemaparannya, Boudewijn Satrio Negoro atau yang kerap disapa Pak Boy menekankan bahwa tantangan terbesar dalam merintis bisnis bukanlah modal, melainkan rasa takut gagal dan kurangnya kesiapan mental. Ia menegaskan bahwa kesuksesan adalah hasil dari persiapan yang matang melalui peningkatan skill dan pengalaman. "Jangan jadi yang paling lama menunggu, jadilah yang paling siap. Dalam usaha, passion dan eagerness itu penting. Kita harus berani menentukan skala prioritas karena kesuksesan datang bagi mereka yang terus melakukan upgrade diri, Kesuksesan adalah pertemuan, persiapan, dan kesempatan." tegas Pak Boy. Ia juga menekankan pentingnya mengenali target market sejak dini agar bisnis yang dibangun memiliki arah yang jelas.Kisah inspiratif juga dibagikan oleh Fiki Aisyah Al Farihah. Bermula dari langkah sederhana mendesain buku Yasin untuk mendiang mertuanya pada tahun 2015, kini usahanya berkembang pesat hingga memiliki 35 karyawan. Fiki menekankan bahwa dalam berbisnis kita harus terus "belajar", pemiliknya tidak boleh berhenti mengasah ilmu. "Saya dan suami berkomitmen minimal setahun sekali mengikuti kelas atau seminar bisnis. Kita harus menyesuaikan produk dengan keinginan pelanggan," tutur Fiki. Ia juga menyoroti rendahnya daya juang generasi muda saat ini. Menurutnya, meskipun lapangan kerja tersedia luas, sangat sedikit pendaftar yang benar-benar siap berjuang. "Lapangan kerja itu banyak, yang kurang adalah daya juangnya. " tambahnya.Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama bagi mahasiswa TP yang merasa materi ini sangat relevan dengan perkuliahan Kewirausahaan. "Di TP kita diajarkan untuk totalitas dalam belajar. Seperti kata Pak Boy, kita harus action dulu, tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai. Tantangan memang berat, tapi kita harus terus upgrade diri agar bisa melaluinya dengan lebih baik," ujar Irfan salah satu mahasiswa peserta seminar. Melalui seminar ini, diharapkan para mahasiswa TP UNESA mampu menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, berani mengambil langkah untuk berwirausaha, dan mampu menciptakan peluang kerja bagi orang banyak di masa depan. Penulis: Cinta Fatima Az Zahra (2025A)
Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Prodi TP UNESA Tekankan Pentingnya Daya Juang dalam Bisnis
16 April 2026

