Unesa.ac.id., SURABAYA—Mahasiswa Program Studi S-1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan berhasil meraih Bronze Medal pada ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung di Malaysia pada 29 Mei–1 Juni 2026.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) serta sejumlah institusi dan organisasi internasional. Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Sudan Selatan.
Tim peraih Bronze Medal tersebut diketuai Maulana Wahyu Utomo, mahasiswa S-1 Kimia angkatan 2025. Ia berkolaborasi dengan empat mahasiswa Kimia lainnya, Hasny Mirza Fachrurrahman, Nindya Pramesti Cahyani, Vani Faradila Kirani, dan Rico Ramadhani, dengan bimbingan dosen Arikasuci Fitonna Ridassepri.
Tim yang dibimbing oleh Dosen S-1 Kimia Fisika, Arikasuci Fitonna Ridassepri, ini mengusung inovasi bertajuk AGRIVERSE: A Global Agricultural Social Media Ecosystem Powered by Precision Technology for Climate Mitigation and Land Recovery.
Ketua tim, Maulana menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, mulai dari perubahan iklim, degradasi lahan, keterbatasan akses teknologi, hingga minimnya integrasi informasi bagi petani.
Permasalahan tersebut sering kali menyebabkan produktivitas pertanian menurun dan meningkatkan risiko kerugian bagi petani. Karena itu, ia dan tim merancang sebuah platform digital terintegrasi yang mampu membantu petani mengambil keputusan secara lebih tepat, cepat, dan berbasis data.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa produk ini merupakan ekosistem pertanian digital yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data Analytics, dan platform komunitas dalam satu sistem yang saling terhubung.
Melalui platform ini, data kondisi lahan, cuaca, dan lingkungan dikumpulkan secara real-time melalui sensor dan berbagai sumber data digital lainnya. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan petani.
“Nilai unggulan AGRIVERSE terletak pada kemampuannya menggabungkan teknologi presisi dengan kolaborasi komunitas petani. Jadi, solusi yang diberikan tidak hanya berbasis data, tetapi juga berdasarkan pengalaman nyata pengguna di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peluang implementasi produk ini sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di sektor pertanian. Platform tersebut dinilai mampu membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memprediksi risiko cuaca, memantau kondisi lahan secara real-time, serta memperoleh rekomendasi budidaya yang lebih akurat.
“Dalam jangka panjang, inovasi kami berpotensi mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota tim, Nindya Pramesti Cahyani, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama pengembangan inovasi adalah mengintegrasikan berbagai teknologi dalam satu ekosistem yang tetap mudah digunakan oleh petani.
“Tantangan terbesar kami adalah mengintegrasikan IoT, AI, dan analisis data dalam satu sistem yang saling terhubung. Selain itu, kami juga harus memastikan bahwa solusi yang dirancang tetap mudah digunakan oleh petani dengan berbagai tingkat literasi digital,” katanya.
Untuk memastikan solusi yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan lapangan, tim melakukan studi literatur dari berbagai jurnal dan laporan terkait pertanian presisi, perubahan iklim, serta digitalisasi sektor pertanian.
Tim juga mengidentifikasi berbagai persoalan yang umum dihadapi petani sebelum melakukan validasi konsep melalui diskusi dengan dosen pembimbing dan praktisi di bidang pertanian.
“Selama kompetisi ini berlangsung, hal paling berkesan adalah melihat besarnya kepedulian generasi muda dunia terhadap isu global. Interaksi dengan delegasi internasional membuka cara pandang kami dan menyadarkan bahwa kolaborasi global menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berdampak nyata,” tuturnya. [ ]
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @rach*
Foto: Tim Humas Unesa
Mahasiswa FMIPA Unesa Raih Medali Bronze di Malaysia, Kenalkan Platform Digital untuk Bantu Petani Mitigasi Lahan dan Iklim
07 June 2026

