25 June 2026


Unesa.ac.id, SURABAYA—Himpunan Mahasiswa D-4 Manajemen Informatika (Himafortic) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kesimantengah ini merupakan bagian dari program MI Mengabdi 2026 dengan tujuan meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus mendorong transformasi digital sektor usaha di tingkat desa.
Sebanyak 15 peserta yang terlibat sebagai peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, ibu rumah tangga, dan anggota PKK. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar QRIS, manfaat penggunaannya dalam transaksi usaha, hingga praktik penggunaan dan simulasi transaksi digital secara langsung.
Ketua Pelaksana MI Mengabdi 2026, Nikmal Maulina Arba'ani, menjelaskan bahwa tema QRIS dipilih berdasarkan hasil observasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat yang dilakukan mahasiswa selama pelaksanaan program. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di desa ini masih mengandalkan transaksi tunai dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
Padahal, Desa Kesimantengah memiliki beragam potensi usaha, mulai dari produksi kerupuk, makanan ringan, hingga berbagai usaha rumahan lainnya yang berpeluang berkembang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kami ingin menghadirkan program yang sederhana tetapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, masyarakat tidak lagi memandang teknologi sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebagai alat yang dapat membantu aktivitas usaha mereka,” ujarnya.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku baru pertama kali memahami fungsi, manfaat, dan mekanisme penggunaan QRIS secara menyeluruh. Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa ikut mendampingi peserta yang berminat membuat akun QRIS serta membantu proses aktivasi hingga peserta dapat mencoba transaksi digital secara langsung.
Kepala Desa Kesimantengah, Bangga Al Hakim, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unesa yang menghadirkan edukasi digital sesuai kebutuhan masyarakat desa.
“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat Kesimantengah, khususnya para pelaku UMKM. Semoga ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan dan menjadi langkah awal untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Himafortic Unesa, Ulur Rosyad Rachmandani, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya semata-mata menjadi sarana berbagi ilmu kepada masyarakat, tetapi sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan riil di lapangan.
Menurutnya, hasil observasi dan pemetaan potensi yang dilakukan selama MI Mengabdi 2026 akan menjadi dasar penyusunan program pengembangan Desa Kesimantengah pada ajang Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada periode berikutnya. []
***
Penulis: Puput
Foto: Tim Himafortic Unesa
Editor: @zam*