Unesa.ac.id. SIDOARJO—Sebagai langkah nyata untuk mengakselerasi terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar The 2nd International Conference on Green Engineering for Sustainable Future (ICoGESF).
Konferensi internasional yang mempertemukan ratusan peneliti dunia ini dilaksanakan secara bauran (hybrid) di Hotel Swiss-Belinn Airport Surabaya, Sidoarjo, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu yang menitikberatkan pada proses dan teknologi lingkungan hijau, tahun ini ICoGESF mengusung tema “Green Engineering Innovation for a Sustainable and Resilience Future”.
Tema tersebut menekankan bahwa inovasi rekayasa tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, melainkan juga pada penciptaan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan bumi.
Dalam sambutannya, Dekan FT Unesa, Prof. Dr. Suparji, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wadah bagi dosen, penulis, dan peneliti untuk mengaktualisasikan hasil penelitian mereka.
Melalui forum ini, karya ilmiah dapat didiseminasikan kepada sesama akademisi sekaligus dipublikasikan secara luas. Ia berharap, kegiatan ini dapat memfasilitasi akademisi Fakultas Teknik sekaligus mendukung salah satu program utama rektor, yaitu one lecture one scopus.
Sementara itu, Ketua Umum Konferensi, Prof. Dr. Lilik Anifah, M.T., menjelaskan bahwa agenda ini menjadi platform strategis bagi pembuat kebijakan, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mencari solusi inovatif dalam mewujudkan masyarakat 5.0.
Konferensi ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi riset antar-institusi di berbagai belahan dunia. Lilik Anifah memaparkan bahwa ICoGESF ke-2 berhasil menarik minat 400 penulis dari 17 negara, dengan 50 pemakalah terpilih yang mempresentasikan karya ilmiah mereka untuk dipublikasikan dalam prosiding E3S yang terindeks Scopus.
Kegiatan ini menghadirkan lima pembicara utama (keynote speakers) dari berbagai negara. Guru Besar Unesa, Prof. Dr. Tri Wrahatmolo, M.Pd., M.T., membahas strategi akselerasi transisi energi berbasis tenaga surya fotovoltaik di Indonesia guna mendukung target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Pembicara berikutnya, Dr. Denny Gunawan dari University of New South Wales (UNSW) Australia, mengulas pemanfaatan energi surya untuk mengonversi limbah menjadi bahan bakar sebagai upaya mendukung dekarbonisasi industri.
Selanjutnya, Dr. Mohsen Mohammadzadeh dari University of Auckland New Zealand, memaparkan peran penting green engineering dalam menjawab tantangan urbanisasi dan krisis lingkungan.
Pembicara lainnya, Dr. Erialdi Syahrial dari Universiti Malaya, Malaysia menjelaskan pentingnya penerapan sistem carbon capture, utilization, and storage (CCUS) pada industri maritim dan penerbangan untuk mengurangi emisi karbon.
Setelah pemaparan dari seluruh pembicara utama, konferensi dilanjutkan dengan sesi paralel (parallel sessions) yang terbagi ke dalam beberapa ruang diskusi virtual dan langsung. Pada sesi tersebut, para pemakalah mempresentasikan hasil penelitian mereka yang mencakup lima bidang fokus utama.
Kelima fokus bidang tersebut meliputi teknik ramah lingkungan dan teknologi berkelanjutan, infrastruktur cerdas dan berkelanjutan, energi terbarukan dan efisiensi energi, otomasi dan manufaktur cerdas, serta pemantauan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
ICoGESF Unesa Dihadiri Peneliti Dunia Komitmen Tingkatkan Inovasi Rekayasa Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan
04 July 2026

