Unesa.ac.id. SURABAYA—Sukses mempertahankan gelar juara dunia selama tiga tahun berturut-turut, tim robotik SMA Labschool Unesa 1 Surabaya kini diproyeksikan untuk mengikuti putaran kejuaraan internasional berikutnya di Riyadh, Arab Saudi, pada 2027 mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan kompetensi, para siswa berprestasi tersebut langsung diberikan insentif akademik berupa program Pre-University Class di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa untuk penguatan kemampuan bahasa Inggris.
Komitmen pembinaan masa depan talenta terbaik sekolah tersebut disampaikan dalam konferensi pers Badan Pengelola Labschool Unesa bersama media massa di Ruang 801 Lantai 8 Gedung Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Kamis, 10 Juli 2026.
Pertemuan ini diadakan khusus untuk memberikan apresiasi terbuka atas pencapaian empat siswa terbaik SMA Labschool Unesa 1 Surabaya, yakni Airel Dovano Izan Ghafara, Evo Excel Novando, Ellza Cahya Lumintang, dan Evan Beck Nararya.
Delegasi muda ini sukses membawa pulang medali Juara 1 kategori Open 3 Kg, Juara 1 kategori Close 1 Kg, serta Juara 2 kategori Open 1 Kg pada ajang 16th World Robotic for Peace–Students Conference & E-Sport Tournament yang diselenggarakan di Science Centre Singapore, Singapura, pada 26–30 Juni 2026.
Ketua Tim Robotik, Evan Beck Nararya, menuturkan bahwa perjuangan di tingkat internasional tersebut berlangsung ketat karena harus menghadapi sekitar 200 peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
"Kami terus latihan tanpa henti, bahkan ketika H-1 minggu keberangkatan. Sangat nervous karena pesaing ada dari Malaysia dan Singapura. Ada banyak perbedaan terutama dari spesifikasi robot, cara mereka bermain, dan keahliannya. Alhamdulillah, kami bisa juara," jelas Evan Beck Nararya.
Robot tipe sumo yang dirancang merupakan jenis robot tempur yang bertanding memperebutkan area di dalam arena bulat. Proses pembuatan komparatif mekanik tersebut memakan waktu sekitar enam bulan, meliputi tahap penyusunan kode pemrograman (coding) mesin hingga pengadaan komponen teknis dengan variasi biaya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta per unit.
Proses asistensi teknis tim selama persiapan dibimbing langsung oleh mahasiswa Fakultas Teknik Unesa angkatan 2024, Zikry Azizy Aljava. Sebelum melaju ke tingkat internasional di Singapura, tim terlebih dahulu diuji dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kota Batu untuk mengevaluasi parameter kontroler serta mempertajam spesifikasi bilah (blade) pertahanan robot agar mampu tampil prima di arena.
Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., menyatakan bahwa pencapaian ini tidak hanya membawa nama baik sekolah, melainkan juga merepresentasikan kualitas pendidikan kota Surabaya di level internasional.
Hal ini sejalan dengan komitmen yayasan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang akomodatif terhadap minat serta potensi unik masing-masing siswa. “Komitmen Labschool Unesa yaitu memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengembangkan potensinya, termasuk di bidang robotik,” ucapnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Unesa, Hj. Endah Purnomowati Nurhasan, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan penguatan talenta dan inovasi siswa sehingga bisa terus gemilang di kancah dunia.
“Dukungan terbaik kita berikan, sehingga anak-anak dalam perlombaan itu dapat berjuang dengan nyaman. Harapannya pada tahun 2027 nanti di Arab Saudi, tim bisa meraih hasil maksimal melalui bimbingan berkelanjutan dari para mentor," harapnya. ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Sabet Juara di Singapura, Tim Robotik Labschool Unesa Siap Tampil di Riyadh dengan Dukungan Penuh Pihak Sekolah
10 July 2026

