28 August 2026

SURABAYA – Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) resmi mengumumkan sebanyak 35 mahasiswa baru angkatan 2026 yang dinyatakan lolos seleksi dan bergabung dalam Kelas Internasional. Adanya Kelas Internasional ini dirancang agar mahasiswa memiliki wawasan global yang luas, semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital, serta untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di kancah internasional.Proses seleksi dan pendampingan yang intensif dari para dosen menjadi kunci utama terpilihnya para mahasiswa ini. Salah satu mahasiswa baru yang berhasil lolos, Benedicta Nathania Cahyaningrum dari kelas 2026A, membagikan pengalamannya saat diwawancarai pada Kamis (21/8).Benedicta mengungkapkan bahwa keberaniannya untuk mengambil kesempatan ini tumbuh berkat dorongan dan kepercayaan dari para dosen pengampu. Meski sempat merasa ragu di awal, arahan langsung dari dosen menjadi titik balik yang membangkitkan rasa percaya dirinya."Awalnya saya cukup khawatir karena ini pertama kalinya memasuki lingkup internasional, apalagi perkuliahan nantinya akan menggunakan bahasa Inggris. Namun, setelah mendapat tawaran dan pengarahan langsung dari dosen, saya menyadari bahwa beliau melihat potensi dalam diri saya. Dosen juga memberikan evaluasi positif terhadap kemampuan pronunciation saya dan mendorong untuk terus ditingkatkan. Dari situ saya berani mengambil tantangan ini untuk berkembang," ujar Benedicta.Sebagai persiapannya tergabung dalam Kelas Internasional Benedicta aktif memperdalam pemahaman mengenai konsep pembelajaran kelas internasional serta mengasah keterampilan berbahasa Inggris secara mandiri agar lebih siap saat perkuliahan dimulai.Menghadapi dinamika perkuliahan mendatang, ia tidak menampik adanya tantangan sosial dan rasa cemas, terutama terkait adaptasi komunikasi serta persiapan program pertukaran pelajar (student exchange) ke luar negeri. Meski demikian, ia optimistis dinamika di Kelas Internasional akan terbangun secara inklusif dan kolaboratif. "Ekspektasi saya, seluruh mahasiswa di kelas ini bisa saling mendukung dan belajar bersama dari tingkat dasar. Kita berada di titik awal yang sama untuk saling menguatkan," tambahnya.Mengakhiri sesi wawancara, Benedicta memberikan pesan motivasi bagi mahasiswa lain yang ingin mengambil kesempatan serupa di masa mendatang. Ia menegaskan agar calon mahasiswa tidak membiarkan rasa ragu menghalangi potensi diri. "Jangan merasa insecure terlebih dahulu. Rasa takut itu wajar dan dialami oleh hampir semua orang. Jika kesempatan sudah terbuka, terlebih jika mendapat dorongan dari dosen, itu pertanda bahwa kita memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba," tutupnya. Melalui pembukaan Kelas Internasional ini, Program Studi Teknologi Pendidikan terus berkomitmen menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, dan berdaya saing global bagi seluruh civitas akademika. Penulis: Choirun Nisa Eka Aprilianti (2025D)