09 March 2026


Unesa.ac.id. SURABAYA—Predikat wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil diraih Aizah Nur Aini. Mahasiswa S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga itu meraih IPK 3,89. Capaian tersebut menjadi penutup perjalanan akademiknya yang diwarnai aktivitas organisasi, prestasi olahraga, hingga pengalaman konferensi internasional.
Aizah mengaku tidak pernah menargetkan gelar wisudawan terbaik sejak awal kuliah. Ia hanya berusaha menjalani setiap proses dengan konsisten, bahkan dari langkah-langkah kecil yang menurutnya sederhana. “Awalnya sama sekali tidak mengincar. Saya hanya berusaha setiap hari, sekecil apa pun itu,” ujarnya.
Baginya, keberhasilan yang ia raih merupakan akumulasi usaha panjang yang tidak selalu terlihat besar di awal. Selama empat tahun berkuliah, ada satu momen yang paling membekas dalam perjalanan akademiknya. Ia mendapat amanah dari dosen pembimbingnya, untuk terlibat dalam penelitian yang dipresentasikan pada ‘International Conference of Sport and Exercise Science Studies 2.0’ di Universiti Malaya pada 2024.
Pengalaman tersebut menjadi titik penting dalam pengembangan dirinya sebagai mahasiswa olahraga. Dalam konferensi itu, ia meraih penghargaan GOLD sebagai “The Best Poster Presentation Undergraduate Category”.
Keseharian Aizah di kampus diisi dengan berbagai aktivitas. Ia aktif sebagai Wakil Ketua Himpunan Pendidikan Kepelatihan Olahraga pada 2024 sekaligus bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Futsal Putri.
Dari cabang olahraga tersebut, ia berhasil meraih juara dua pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi tahun 2023 dan 2025. Aktivitas akademik dan nonakademik yang seimbang membentuk kedisiplinan sekaligus manajemen waktu yang menjadi kunci keberhasilannya.
Selama kegiatan internasional, ia mengikuti berbagai workshop tentang pengukuran performa olahraga, praktik penggunaan alat, hingga strategi treatment efektif dalam pelatihan. Ia juga mempresentasikan hasil penelitian bersama mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas, serta terlibat dalam kegiatan budaya lintas kampus yang memperluas pengalaman akademik dan sosialnya.
Penelitian yang ia angkat dalam skripsi berjudul Pengaruh Kombinasi Puasa Intermiten dan Latihan Tabata terhadap Profil Komposisi Tubuh dan Kebugaran Remaja. Studi tersebut dilakukan pada mahasiswa berusia 18–21 tahun dan menjadi bagian dari karya ilmiah yang ia bawa ke forum internasional. Melalui penelitian itu, Aizah mencoba mengintegrasikan pendekatan ilmiah dengan praktik kepelatihan olahraga yang relevan dengan kondisi mahasiswa.
Motivasi terbesar Aizah selama kuliah berasal dari keluarga, terutama sang ibu yang selalu mendukung perjuangannya menempuh pendidikan tinggi. Dukungan tersebut membuatnya tetap bertahan melewati berbagai tantangan hingga akhirnya menyelesaikan studi dengan hasil terbaik.
Kepada mahasiswa, Aizah berpesan agar tidak terfokus pada gelar atau predikat. Menurutnya, keberhasilan datang dari konsistensi usaha yang dilakukan setiap hari. “Awali dari langkah kecil dan niatkan untuk bermanfaat bagi banyak orang. Seberat apa pun jalannya, kalau itu memang untuk kita, Tuhan tahu kita mampu,” tutupnya. ][
***
Reporter: Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Dokumentasi: Aizah Nur Aini