Unesa.ac.id. SURABAYA—Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Jalan Sehat dan Gelar Karya Inovasi sebagai puncak peringatan Hari Pendidikan 2026 pada Sabtu (2/5). Kegiatan yang mengusung tema “Semesta Bergerak Bersama, Transformasi Berdampak” ini dipusatkan di Lapangan FIP, Kampus 2 Unesa Lidah Wetan, sebagai momentum penguatan pendidikan bermutu yang inklusif dan inovatif.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan beserta jajaran pimpinan universitas. Selain sebagai ajang olahraga bersama, acara ini menjadi panggung hilirisasi karya mahasiswa yang langsung diserahterimakan kepada mitra sekolah dari berbagai daerah.
Dekan FIP Unesa, Mochamad Nursalim, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci kemajuan pendidikan. Sebagai bentuk aksi nyata, mahasiswa FIP menyerahkan produk inovasi mereka kepada sekolah-sekolah mitra untuk segera diaplikasikan dalam proses pembelajaran.
“Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan hasil karya civitas akademika mahasiswa FIP kepada mitra, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat langsung diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah mitra,” ucapnya.
Hal senada ditekankan Wakil Rektor Bidang II Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri terkait pentingnya infrastruktur yang mendukung kolaborasi.
“Pembangunan sarana prasarana baru di FIP ialah bentuk komitmen strategis Unesa dalam menghadirkan ruang-ruang kolaboratif guna menghidupkan ekosistem akademik yang inklusif, partisipatif, serta memiliki makna sosial,” paparnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, FIP Unesa meresmikan tiga fasilitas strategis baru, yakni Auditorium O5, Outdoor Co-Working Space, dan lobi FIP. Selain itu, dilakukan peluncuran dua buku karya dosen: “Budaya Ke-Unesa-An” dan “Pendidikan Pilar Kebangsaan”.
Kehadiran perwakilan Konsulat Jenderal Australia serta para kepala sekolah mitra memperkuat posisi FIP Unesa dalam kancah nasional maupun internasional. Iva Evry Robiyansah, Kepala SLB Negeri Pandaan, berharap sinergi ini terus berlanjut, khususnya dalam pengembangan layanan pendidikan inklusif.
Di area gelar karya, mahasiswi PLS, Cinta Nabila, memamerkan berbagai media pembelajaran yang relevan bagi masyarakat.
“Karya-karya yang dipamerkan di stan tersebut merupakan hasil dari berbagai angkatan, namun mayoritas berasal dari karya alumni.
Karya yang ditampilkan meliputi media bermain untuk anak-anak serta materi pembelajaran untuk orang dewasa, seperti program pemberdayaan, pendidikan keluarga, dan modul ajar pendidikan pranikah,” pungkasnya. ][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Peringati Bulan Pendidikan, FIP Unesa Resmikan Fasilitas Anyar dan Persembahkan Inovasi untuk Mitra
02 May 2026

