Unesa.ac.id, SURABAYA—Program Studi S-2 Administrasi Publik dan Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa (PCIA) Aisyiyah Hong Kong mengimplementasikan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Causeway Bay, Hong Kong beberapa waktu lalu.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong melalui Program Side-Hustle Mendukung Pencapaian SDGs 8” ini bertujuan memperkuat kapasitas pekerja migran Indonesia atau PMI melalui pengembangan kewirausahaan digital sebagai bekal membangun kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini menghadirkan tim dosen dari Prodi S-2 Administrasi Publik dan S-1 Ilmu Administrasi Negara sebagai narasumber sekaligus pendamping pelatihan.
Ketua tim PKM, Suci Megawati menjelaskan masih banyak PMI yang belum memiliki keterampilan kewirausahaan digital maupun sumber penghasilan alternatif untuk dipersiapkan setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para PMI memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun peluang ekonomi. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menciptakan usaha mandiri ketika kembali ke Indonesia," ujarnya.
Koordinator Prodi S-1 Ilmu Administrasi Negara, Eva Hany Fanida menyampaikan apresiasi kepada PCIA Hong Kong atas kolaborasi yang telah terjalin. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital dan dapat diterapkan secara langsung pekerja migran.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prodi S2 Administrasi Publik dan Prodi S1 Ilmu Administrasi Negara Unesa dengan PCIA Hong Kong.
Melalui sejumlah materi, peserta mendapatkan bekal cara memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok untuk merintis usaha digital. Juga, memahami fungsi fitur TikTok, pendaftaran TikTok Shop dan program afiliasi, serta peluang profesi digital seperti TikTok Influencer, TikTok Consultant, dan TikTok Manager.
Tim dosen juga memberikan pendampingan dalam menyusun strategi pembuatan konten yang sederhana, autentik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua PCIA Hong Kong, Ebta Dwi Anggraini, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah memperluas akses pembelajaran dan pemberdayaan bagi komunitas PMI di Hong Kong.
Ia turut membagikan pengalamannya memperoleh penghasilan tambahan melalui Facebook Pro dan Instagram Reels. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi peserta bahwa media sosial dapat dikelola sebagai sumber pendapatan apabila dijalankan secara konsisten.
Adapun tim dosen yang terlibat dalam agenda ini terdiri dari Tjitjik Rahaju; M. Farid Ma'ruf; Fitrotun Niswah; Firre An Suprapto; Wilda Sumarsyah; dan Nuh Krama Hadianto. Kemudian Suci Megawati; Meirinawati, Indah Prabawati; Ajie Hanif Muzaqi; dan Ardiyansah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan digital di kalangan PMI sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. [ ]
***
Pengolah: Puput
Foto: Tim PKM Administrasi Publik dan Administrasi Negara Unesa
Editor: @zam*
Gerakan Pemberdayaan Tim Dosen Unesa Bekali Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong dengan Skill Bisnis Online
08 July 2026

