04 July 2026


Unesa.ac.id., TASHKENT —Perluasan jejaring kemitraan internasional menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Untuk itulah, delegasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) lawatan ke Uzbekistan pada 1–6 Juli 2026 guna menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU).
Kesepakatan tersebut menjadi dasar hukum implementasi kerja sama sejumlah program, salah satunya double degree jenjang doktor antara Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa dan UzSWLU.
Kerja sama ini difokuskan pada program S-3 atau doktor bidang pendidikan bahasa dan sastra dengan skema perkuliahan, pengakuan transfer kredit, penelitian bersama, hingga penyelesaian studi yang dilaksanakan di kedua perguruan tinggi.
Melalui program ini, lulusan nantinya berhak memperoleh gelar doktor dari Unesa dan UzSWLU sekaligus. Delegasi Unesa dipimpin langsung Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) dengan didampingi Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) dan jajaran dekan dan direktur terkait.
Ketua MWA Unesa, Prof. Dr. Haris Supratno, menyampaikan bahwa hubungan baik yang telah terjalin lama antara kedua institusi menjadi fondasi penting untuk melangkah ke kerja sama yang lebih strategis.
UzSWLU merupakan salah satu universitas terbaik di Uzbekistan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan bahasa asing, linguistik, sastra, penerjemahan, serta komunikasi lintas budaya.
Sebelumnya, kolaborasi kedua pihak telah berjalan melalui berbagai program, seperti pengembangan labschool, serta pertukaran dosen dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik.
Menurut ketua MWA, Unesa dan UzSWLU memiliki keselarasan visi dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, adaptif terhadap perkembangan global, serta mampu berkontribusi pada pelestarian bahasa dan budaya.
Ke depan, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat mengintensifkan kolaborasi melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, joint conference, joint supervision, hingga pengembangan kurikulum internasional, khususnya pada bidang kebahasaan dan studi lintas budaya.
Rektor UzSWLU, Prof. Dr. Ilhomjon Madaminovich Tukhtasinov mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki ketertarikan yang besar terhadap budaya Indonesia, sehingga kerja sama dengan Unesa memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan.
Ia optimistis Program Double Degree jenjang doktor yang dimulai tahun ini dapat berjalan lancar dan menjadi pintu masuk bagi program akademik lainnya.
Selain di bidang kebahasaan, rektor UzSWLU juga berharap Unesa dapat mengirimkan dua dosen spesialis cabang olahraga pencak silat untuk mengajar di UzSWLU. Langkah tersebut dinilai tidak hanya memperkuat kerja sama akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan seni bela diri asli Indonesia di Uzbekistan. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Unesa